WJUDSP
October 13th, 2006 by bungaseruniPada tahun 2000, saya dan beberapa kawan LSS - Lingkung Seni Sunda ITB (kawan2, masih ingatkah kalian?) ceritanya dapet proyek survei untuk mengevaluasi pembangunan jawa barat, karena sebelumnya (tahun 1997 kalu tdk salah) dapet dana dari bank dunia. Pembangunannya meliputi 6 sektor, yaitu air bersih, MCK, persampahan, jalan kota, perbaikan kampung, dan drainase Jadi kita serombongan ada yang anak planologi, lingkungan, arsitektur dan sipil (para fresh graduate yang bersedia dibayar murah asal jalan2 haratis plus masih full idealis - cocok lah utk ngaevaluasi pembangunan pamarentah). Nama proyeknya West Java Urban Development Project alias WJUDSP. Jadi kerjaan kita dateng ke lapangan melihat dan mengevaluasi (juga wawancara penduduk) hasil dari proyek WJUDSP yang dananya sudah cair 3 tahun sebelumnya (berarti at least pembangunannya udah lumayan dong 3 tahun jalan mah), kita sendiri ceritanya di hire ama konsultan yang ditunjuk Bank Dunianya.
Tapiiiiiii….jangan seneng dulu nih, pas kita ke lapangan ada banyak kasus yang membuat kita ber-6 ingin kabur dari Jawa Barat (nyari tempat hidup di sudut lain dunia yang lebih "sehat"). Oh iya, kita sendiri kebagian di kota Sumedang, Ciamis (remember the Kawali’s Jurig guys?), dan Cianjur.
- Di tangan kita ada peta jalan (yang ceritanya dibangun pake dana tsb) lengkap dengan nama2 jalannya, tapi pas kita kesana, ntah kita nyasar ato engga, ternyata JALANNYA GA ADA!!!!!
- Saya lupa dimana, tapi kita megang gambar kerja proyek pelebaran jalan 14 m berikut ada trotoar lengkap dengan drainase. Pas kita ukur, jalannya cuma 10 M !!!!dan tanpa trotoar tanpa saluran drainase pula. Memang cuma korup 4m, tapi kali berapa KM???!!!!
- Trus mengenai MCK, ada yang ga ada sama sekali di titik yang seharusnya ada.
- Waktu ke TPA Sampah di Sumedang kalo tdk salah, wuiiih seumur hidup belum pernah saya liat lalat sebanyak itu. Kalo suka liat film kartun yang dikejar-kejar kawanan lebah, nah ini diganti lalat. Ibarat 50 cm3 ada 20-30 lalat berbagai jenis (ijo, merah dan yang biasa). Lalat2 tsb pada mengejar kita (nempel ke seluruh badan). TPA terburuk yang pernah saya liat. Cianjur masih lebih baik kalu ga salah. Tapi disitu ada tukang baso yang sedang dibeli oleh para pemulung. Jadi ujung2nya sebenernya pemulung itu jasanya besar sekali. Mereka yang memilah dan memilih sampah2 tsb. Radius 5 km, masih banyak sekali lalat di rumah penduduk (di bawah bukit lokasi TPA). Dana untuk pengembangan TPA itu dikemanakan sih??
- Terus yang bikin kita takjub juga ketika shalat di mesjid di Cianjur (yang berakhir dengan tayamum). Air disana sistemnya "kulah" ato semacam balong ada beberapa (dengan fungsi berbeda). Tapi KUOOOTOORRRnya minta ampun. Masa air untuk wudhu warnanya kehitaman dan bersebelahan dengan kulah orang buang air (bau pesing). Bagi orang Cianjur yang tdk merasa daerahnya seperti ini, maaf soalnya kita ini sampe ke pelosok2 (bukan di kotanya aja). Jadi yang bikin kita tersiksa di daerah situ adalah harus nahan pipis karena ga tega mempipiskan diri disana. Oh iya, ada loh rumah gedong yang bagus tapi ga ada WC-nya. WC angger harus ke belakang rumah, turun ke sungai. Duh..saya jadi inget saat survei salah seorang teman kita menderita diare, dan saya sendiri lagi sakit kulit (kulit muka lagi gararing edan semacam melepuh, katanya ada gangguan jaringat lemak di wajah-walaupun penyakit ini timbul setelah saya tidur di karpet LSS yang ada kayu bau-nya).
- Waktu kita ke kantor PDAM di Sumedang (kota terdekat dengan Ibu Kota Jawa Barat), ada beberapa hal yang kita lihat:
- Begitu buka pintu utama, saat itu hari kerja (jam 10-11-an) ada para bapak2 yang lagi maen pingpong
- Trus pas kita bilang mau liat daerah2 yang kena proyek WJUDSP mereka pada panik dan keukeuh mau nganter kita ke lokasi dan kita ga mau (karena pasti cuma diliatin yang bagus2nya aja). Dan bener aja pas kita datengin ke penduduk, ada air yang cuma ngocor 3 hari sekali, bahkan ada yang SEMINGGU SEKALI, dan itupun debitnya kecil.
- Ternyata di depan bangunan PDAM, ada bangunan baru dengan plang "WJUDSP". Dan ketika kita tengok ke dalam, isinya kosong melompong kayanya dari awal dibangun kagak pernah diisi.
- Kesimpulan kita terhadap perairbersihan di Sumedang=buruk pisan kinerja PDAM setempat teh!
- Ada beberapa kasus lagi tapi udah agak samar2 sih, tapi yang selalu kita ingat adalah "jurig" yang nebeng di mobil kita pas malem2 di kawali, Ciamis. Salah seorang teman kita melihatnya (mana katanya nempel di kaca mobil sebelah saya).
Kesimpulan sementara saya, sebenarnya pemerintah kita sudah banyak sekali upayanya (dan menganggarkan biaya) untuk membangun negara kita. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, sosial (dana bencana, dsb), kesejahteraan insan yang mengharumkan bangsa (siswa teladan, atlet berprestasi, dsb), dan banyak lagi lah. Tapi masalahnya semuanya itu dipotong oleh para koruptor-koruptor level dibawahnya, dan dipotong lagi oleh bawahnya lagi dan demikianlah seterusnya. Pada akhirnya rakyat demo ga ada beras, demo ga bisa sekolah, demo ga bisa makan, dst…padahal dana-dana tersebut ADA !!!
Kalo di negara saya (lagi-lagi di Republik Nusantara) saya lagi mikir sistemnya kerajaan saja dengan diktator tapi diktator yang berpegang pada keadilan dan kejujuran. Siapa yang korupsi, langsung jadi debu. Ato bahkan di kerajaan tersebut ada semacam pre-crime unit (dikepalai oleh Tom Cruise tentunya) jadi barangsiapa yang sedikit aja mikir ke arah korupsi langsung ga bisa buang air selama sebulan. Terus kejahatan2 kelas teri macam perkosaan juga sama, perkosa orang langsung impoten. kalo masih jahat juga, dikebiri, masih jahat juga, langsung jadi debu. Dan jangan lupa, saya (sebagai pemimpin negara) sangat sakti, jadi yang macam2 ama ilmu hitam juga langsung balik ke dirinya sendiri. Saya bahkan immortal, ga bisa dibunuh.